Terdapat beberapa skenario pengembangan sapi di provinsi Gorontalo yaitu :
1. Pengembangan Investasi Sapi (Tradisional), Berbasis Ketersediaan Hijauan Rumput Alam yang Berasal Dari Sumberdaya Lahan (SL)
Dengan skenario ini, maka sapi yang dapat dikembangkan berdasarkan ketersediaan Hijauan Rumput Alam adalah sebanyak 934.915 Satuan ternak (ST). Bila dibandingkan dengan kondisi eksisting ternak ruminansia di provinsi Gorontalo thn 2007 sebanyak 226.969 ST, maka terdapat potensi pengembangan atau KPPTR sebesar 707.956 ST. (1 ekor sapi = 1 satuan ternak atau ST). Tingkat kelayakan usaha ternak sapai dengan skenario ini adalah : NPV : 52.4 M, Net B/C : 2.52, IRR : 49.3 % dan PP : 4 thn. Untuk jumlah populasi 6 000 ST dan NPV : 45.15 M, Net B/C : 2.31, IRR : 87.04 %, dan PP : 4.3 thn untuk jumlah populasi 10.000 ST.
2. Pengembangan Investasi Sapi (Tradisional), Berdasarkan Ketersediaan Bahan Kering Rumput Alam (BKRA) dan Hijauan Hasil Sisa Pertanian (HHSP)
Dengan skenario ini, maka sapi yang dapat dikembangkan berdasarkan ketersediaan Bahan Kering Rumput Alam dan Hijauan Hasil Sisa Pertanian adalah sebanyak 673.526 Satuan ternak (ST). Bila dibandingkan dengan kondisi eksisting ternak ruminansia di provinsi Gorontalo thn 2007 sebanyak 226.969 ST,
maka terdapat potensi pengembangan sebesar 446.556 ST. (1 ekor sapi = 1 satuan ternak atau ST). Tingkat kelayakan usaha ternak sapai dengan skenario ini adalah : NPV : 52.4 M, Net B/C : 2.52, IRR : 49.3 % dan PP : 4 thn. Untuk jumlah populasi 6 000 ST dan NPV : 45.15 M, Net B/C : 2.31, IRR : 87%, dan PP: 4.3 thn untuk jumlah populasi 10.000 ST.
3. Pengembangan Investasi Sapi (semi intensif-intensif), Berdasarkan Ketersediaan Bahan Kering Rumput Budidaya (BKRB) dan Hijauan Hasil Sisa Pertanian(HHSP)
Dengan skenario ini, maka sapi yang dapat dikembangkan berdasarkan Ketersediaan Bahan Kering Rumput Budi Daya dan Hijauan Hasil Pertanian, serta sistem pemeliharaan semi intensif-intensif adalah sebanyak 798.959 Satuan ternak (ST). Bila dibandingkan dengan kondisi eksisting ternak ruminansia di provinsi Gorontalo thn 2007 sebanyak 226.969 ST, maka terdapat potensi pengembangan atau KPPTR sebesar 572.000 ST. (1 ekor sapi = 1 satuan ternak atau ST). Tingkat kelayakan usaha ternak sapai dengan skenario ini adalah : NPV : 52.4 M, Net B/C : 2.52, IRR : 49.3 % dan PP : 4 thn. Untuk jumlah populasi 6 000 ST dan NPV : 45.15 M, Net B/C : 2.31, IRR : 87.04 %, dan PP : 4.3 thn untuk jumlah populasi 10.000 ST. Selengkapnya terdapat pada Tabel 6.7.
4. Pengembangan Investasi Peningkatan Produktivitas/Kualitas Sapi (Genetik) Melalui Program IB dengan Pembangunan Balai Inseminasi Buatan
Dalam skenario ke empat ini telah dilaksanakan pengembangan sapii dengan menggunakan program Inseminasi Buatan dengan skala ketersediaan atau kapasiatas semen beku sebesar 200.000 sampai dengan 400.000 dosis. Tungkat kelayakan pengembangan Balai Inseminasi Buatan (BIB) adalah : NPV : 3.78 M, Net B/C : 1.51, IRR : 29.44 % dan PP : 6.62 thn.
Rekapan jumlah kelompok ternak yang ada di Provinsi Gorontalo Tahun 2007
| No | Kabupaten /kota | Jumlah kelompok ternak sapi | Persentase(%) |
| 1 | Kota Gorontalo | 16 | 2,06 |
| 2 | Kab. Bone Bolango | 194 | 25,06 |
| 3 | Kab. Gorontalo | 312 | 40,31 |
| 4 | Kab.Gorontalo Utara | 112 | 14,47 |
| 5 | Kab. Boalemo | 61 | 7,88 |
| 6 | Kab. Pohuwato | 79 | 10,20 |
| Total | 774 | 100,00 |